

Usia Agam baru 4 tahun, tapi ia tidak bisa lagi lari-larian seperti balita lainnya. Agam hanya bisa terbaring lemas di Rumah Sakit akibat Leukimia (Kanker Darah) yang menggerogoti tubuh kecilnya.
Cita-cita Agam ingin “Menangkap Orang Jahat”, tapi semenjak mengidap Kanker Darah perut Agam semakin membesar dan demam menyiksanya tiap hari. Agam tidak selincah dulu lagi.

Tapi perjuangan Agam tak berhenti di Rumah Sakit, saat pulang ke rumah ia tidak mendapatkan tempat istirahat yang layak. Bayangkan, pejuang kanker seperti Agam harus istirahat di dalam rumah dengan atap bambu yang bocor parah.
Saat hujan, air masuk membasahi lantai dan tempat tidur, dan saat panas, udara menjadi pengap. Kondisi lembab seperti ini sangat berbahaya bagi Agam yang sistem imunnya lemah akibat pengobatan yang Agam jalani.

Tapi Yoga, Ayah Agam tidak putus asa, dari pagi hingga malam, ia terus berkeliling menjual bakso dan mie ayam demi mengumpulkan rupiah untuk pengobatan putranya.
"Harapan saya Agam bisa sembuh dan jadi polisi," ucapnya penuh harap.
Sahabat Baik, jangan biarkan kanker dan kondisi rumah yang buruk merenggut masa depan Agam. Mari kita bantu ringankan beban pengobatannya serta berikan tempat tinggal yang lebih layak untuk masa penyembuhannya. Waktu terus berjalan, jangan tunda kebaikanmu.

![]()
Menanti doa-doa orang baik