

Musholla Al Hidayah, dikalisuren, Bogor, dibangun sekitar 1985 dari Tanah Wakaf,
musholla masih dipakai warga sekitar, Kondisi bangunan banyak yg keropos, Tembok Rapuh,
utk atap banyak yg bocor, kalau hujan karpet basah.
Sehari-hari, musholla ini tempat kami berkumpul, sholat jemaah, mengkaji ajaran agama .Namun belakangan ini, ketenangan kami beribadah di mushalla terganggu. Kami khawatir, lapuknya kaso penahan atap akibat kebocoran dimana-mana akan menjadi musibah. Mungkin dulu saat dibangun, kami abai memperhatikan kualitas kayu yang digunakan. Kejadian ini karena dana swadaya yang terbatas sehingga penggunaan kayu yang berkualitas buruk tidak hanya menyebabkan kerusakan fatal di bagian atap, bahkan bingkai pintu, jendela dan bagian kayu lainnya keropos dimakan rayap.
Semoga saudara sesama muslim terketuk dan bisa merngulurkan tangan untuk mengumpulkan dana membantu perbaikan mushalla kami. Bantuan saudara semua akan menjadi amal jariyah seperti hadist rasulullah, “Jika seseorang anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh.” (HR. Muslim).
Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:
- Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
- b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
- c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu orangtuanya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
Musholla Al Hidayah, dikalisuren, Bogor, dibangun sekitar 1985 dari Tanah Wakaf,
musholla masih dipakai warga sekitar, Kondisi bangunan banyak yg keropos, Tembok Rapuh,
utk atap banyak yg bocor, kalau hujan karpet basah.
Sehari-hari, musholla ini tempat kami berkumpul, sholat jemaah, mengkaji ajaran agama .Namun belakangan ini, ketenangan kami beribadah di mushalla terganggu. Kami khawatir, lapuknya kaso penahan atap akibat kebocoran dimana-mana akan menjadi musibah. Mungkin dulu saat dibangun, kami abai memperhatikan kualitas kayu yang digunakan. Kejadian ini karena dana swadaya yang terbatas sehingga penggunaan kayu yang berkualitas buruk tidak hanya menyebabkan kerusakan fatal di bagian atap, bahkan bingkai pintu, jendela dan bagian kayu lainnya keropos dimakan rayap.
Semoga saudara sesama muslim terketuk dan bisa merngulurkan tangan untuk mengumpulkan dana membantu perbaikan mushalla kami. Bantuan saudara semua akan menjadi amal jariyah seperti hadist rasulullah, “Jika seseorang anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh.” (HR. Muslim).
Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:
- Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
- b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
- c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu orangtuanya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.